• Inilah Rincian Biaya Sertifikasi Halal Yang Wajib Anda Ketahui!

     


    Bagi Anda yang mengajukan sertifikasi halal, maka sebelumnya Anda harus mengetahui rincian biaya sertifikasi halal untuk berbagai industri. Karena biaya pengajuan untuk permohonan sertifikasi halal tersebut akan ditanggung oleh para pelaku usaha. Perlu Anda ketahui, bahwa  biaya sertifikat halal ini ditawarkan dengan harga yang berbeda-beda, menurut jenis industri yang dikerjakannya.

    Diantara industri tersebut berupa kelompok industri pengolahan, industri flavour, bidang masakan, seperti restoran atau catering dan rumah potong hewan. Bahkan biaya untuk sertifikasi halal dalam berbagai industri tersebut telah ditentukan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan. Agar lebih jelas lagi, yuk simak rincian biaya lengkap untuk sertifikasi halal berikut ini!

    Rincian Biaya Sertifikasi Halal

    Agar Anda lebih jelas mengetahui berapa biaya untuk suatu industri tertentu, untuk bisa berlabel halal, yuk simak rincian lengkapnya berikut ini!

    1. Biaya Sertifikat Gratis

    Biaya sertifikat ini bisa saja gratis bilamana jenis usaha Anda tersebut, termasuk ke dalam kelompok usaha mikro kecil dan Anda mendaftarkan lewat bantuan dinas-dinas yang bekerjasama dengan BPJPH atau Lembaga Pemeriksa Halal  atau melalui program self declare. Misalnya  Dinas UMKM, atau Dinas PKPK di Provinsi DKI. Anda akan mendapatkan bimbingan serta sertifikasi halal secara gratis.  

    2. Biaya Sertifikasi Halal Pendaftaran Mandiri

    Untuk pendaftaran mandiri, ada beberapa biaya sertifikasi halal, yaitu

    a. Biaya pelatihan. Setiap perusahaan wajib mengirim 1 orang untuk mengikuti pelatihan Sistem Jaminan Halal/kompetensi penyelia Halal. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) mengadakan pelatihan ini, dan biayanya bervariasi. Tergantung dari LPH mana yang Anda pilih. Sebagai gambaran, di tahun 2021 biaya pelatihan di LPPOM Pusat (IHATEC) sekitar  2,4 juta rupiah, LPPOM DKI (Jakarta Halal Solution) 550 ribu rupiah, LPPOM Banten 700 ribu rupiah, LPPOM Jawa Barat gratis, Sucofindo 1,5 juta rupiah. Maka dari itu, lakukan pengecekan biaya untuk pelatihan ini, yang disesuaikan dengan LPH pilihan Anda.

    b. Biaya pendaftaran. Biaya ini khusus yang mendaftar ke LPPOM MUI. Biayanya yaitu sekitar 220 ribu rupiah.

    c. Biaya sertifikasi. Biaya untuk sertifikasi ini akan diketahui setelah LPH melakukan pengecekan data. Biaya ini bervariasi, tergantung dari LPH yang dipilih, dan dipengaruhi oleh jumlah kelompok produk, jumlah produk (khusus LPH LPPOM MUI) , jumlah bahan baku (khusus LPH sucofindo), jumlah fasilitas produksi (outlet, jumlah lokasi produksi/dapur, serta jumlah gudang bila terpisah dari lokasi produksi). Untuk estimasi biaya untuk sertifikasi  ini, Anda dapat menanyakan ke LPH terkait atau ke konsultan.

    d. Biaya transportasi auditor. Anda disarankan untuk mengganti atau menyediakan transportasi untuk auditor, yang berawal  dari lokasi kantor LPH, menuju ke lokasi tempat Anda berada.

    e. Biaya penerbitan sertifikat halal yang dikeluarkan BPJPH. Biaya ini mulai dari Rp 650.000 untuk usaha mikro kecil. Biaya ini langsung dibayar ke BPJPH

    f. Biaya jasa konsultasi. Bila Anda menggunakan jasa konsultan. Contohnya jasa konsultan dari PT Bintang Solusi Utama, maka BSU Konsultan tersebut dapat membantu Anda dalam menyediakan dokumen yang dibutuhkan, dan membantu proses pendaftaran. Biayanya tergantung dari jumlah kelompok produk, jumlah produk, dan jumlah fasilitas produksi.

     

    Itulah  informasi tentang rincian biaya untuk sertifikasi halal MUI yang wajib Anda ketahui sebagai pelaku usaha, agar produk yang dipasarkan akan berlabel halal. Untuk memudahkan Anda dalam mengetahui informasi biaya secara lengkap, Anda  bisa menghubungi atau menggunakan layanan jasa dari PT BIntang Solusi Utama (BSU Konsultan) yang telah terpercaya. Silahkan menghubungi nomor berikut ini 0819-0592-3696