ABOUT US

Sebagai Konsultan Dan Trainer ISO, kami akan selalu mengatur dan mengurus standar aktfitas operasional perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, kami juga dapat melayani Sertifikasi dan Konsultasi Halal, Pembuatan SOP, Konsultasi Manajemen Risiko,Pembuatan Dokumen UKL-UPL.

Kami juga akan selalu membantu dan memberikan service terbaik sesuai best practice kami untuk organisasi/lembaga yang ingin meningkatkan produktivitas kerja, kinerja karyawan dan senantiasa melakukan perbaikan terus menerus. .

MURI RECORD

Penghargaan Rekor MURI Yang Client Kami Dapatkan Atas Bantuan Kami.

  • MURI 2016


    muri 2016

    Pertamina Hulu Energi, perusahaan pertama di industri minyak dan gas bumi yang meraih sertifikat ISO 14064.

  • MURI 2016


    muri 2016 pertamina

    Pertamina Hulu Energi, perusahaan pertama di industri minyak dan gas bumi yang meraih sertifikat ISO 14064.

  • MURI 2017


    muri 2017

    Pertamina Hulu Energi, perusahaan pertama di industri minyak dan gas bumi yang meraih sertifikat ISO 90001:2015.

OUR CLIENT

Berikut beberapa client yang sudah bekerja sama dengan kami.

CONSULTANT & TRAINER

Membantu Memanagement Struktur Perusahaan Anda Dan Meningkatkan Kinerja Karyawan.

ARTICLE

Berikut Artikel Mengenai Layanan-layanan Yang Kami Miliki Untuk Membantu Anda

  • 5 Langkah Rencana Pengembangan Karir Di Perusahaan

     


    Rencana Pengembangan Karir Di Perusahaan


    Konsultan ISO Jakarta - Dalam bekerja atau berkarir Pastinya kita ingin memiliki karier yang terus berkembang dan semakin baik. Pengembangan dan merencanakan karir sejak dini sangat penting dalam memulai sebuah pekerjaan. Perencanaa pengenbangan Karir (career development plan) adalah rencana yang dapat kita gunakan memetakan perjalanan karir.

     

    Dengan rencana pengembangan karir  dapat memotivasi dan mengembangkan profesionalitas dalam bekerja. Menetapkan perencanaan dan strategi dalam bekerja, membuat kita bekerja menjadi bersemangat dan termotivasi. Fokus dalam mengembangkan karir dan terus belajar tentunya akan dilihat ldan dinilai  oleh manajemen perushaan  sebagai nilai lebih.

     

    Beberapa tips yang dapat anda  lakukan untuk melakukan perencanaan pengembangan karier:

     

    1.         Evaluasi kemajuan kerja

    Tetap mengevaluasi diri dalam bekerja selama ini, apa saja yang sudah  lakukan untuk mencapai tujuan karier kita. Mengevaluasi kembali apa kurang atau kesalahan kita dalam bertindak. Meninjau pikiran atau  tindakan seperti apa yang akan dilakukan agar lebih baik dimasa akan datang  dari masa sebelumnya. Harus diingat bahwa ada hal-hal yang di luar kendali membawa rencana kita  keluar dari jalur yang dinginkan. Mengubah arah tindakan tidak masalah, selama  bisa fleksibel dan menerimanya.

     

    2.         Identifikasi tujuan bekerja

    Kedua adalah identifikasi ke manakah perjalanan karier kia selanjutnya. Hal ini dapat kita lakukan  dengan cara sebagai berikut. Brainstorming pikirkan dan cobalah untuk mengatasi hambatan apa yang mungkin terjadi ketika menuju karier impian. Di mana kita  ingin berada dalam kurun 2 hingga 5 tahun mendatang. Target yang akan dicapai pada karir , misalnya ingin menjadi kepala bagian atau mungkin impian yang dicita citakan  adalah menjadi pemilik perusahaaan Kembangkan tujuan yang spesifik dalam bentuk pernyataan ringkas. Hal ini akan membantu dalam mengembangkan karir. Dengan adanya tujuan yang spesifik, ini membuat Kita berada dalam peningkatan yang lebih kecil. Walaupun kecil, tapi  terus berkembang tidak berhenti di tempat yang sama.


    BACA JUGA: FOBO adalah ciri  Ketika Sulit Mengambil Keputusan dan Komitmen


    3.         Fokus pada tindakan

    Fokus pada tindakan yang akan dicapai , setelah menganalisa beberapa hal di atas, sekarang Sebagai awal mula tindakan yang harus dilakukan adalah misalnya tujuan anda adalah menjadi kepala bagian/ manajer disebuah perusahaan tempat anda bekerja,  Anda harus mempelajari apa yang dikerjakan seorang manajer  dan mempelajarinya dengan cermat.

     

    4.         Identifikasi posisi saat bekerja

    Mengidentifikasi di mana posisi Kita saat ini dalam berkarir dan bekerja . Refleksikan keahlian dan kekuatan anda pada  saat ini. Mengidentifikasi dan mengevaluasi pekerjaan pada saat ini adalah pentng dalam mencapai cita-cita yang telah anda ditargetkan sejak awal bekerja. Tidak lupa, pastikan anda mencatat posisi pada saat ini dan tak lupa job description yang dikerjakan pada saat ini. Posisi jabatan terakhir anda pada saat ini. Ada beberapa pertanyaan pada diri sendiri  yang dapat membantu dalam mengidentifikasikan diri diantarannya:

              Permasalahan yang menguras energi dan memberikan motivsi dalam bekerja.

              Pengalaman saya terdahulu?

              Hal apa saja yang membuat bersemangat dan termotvasi dalam bekerja

              Apakah saya senang dalam melakukan pekerjaan tersebut?

              Apa keterampilan yang saya miliki saat ini?

              Apa yang memotivasi saya untuk bangun dan pergi bekerja?

    Identifikasi tersebut dapat membantu anda dalam mengambil keputusan dan motivasi dalam bekerja.

     

    5.         Lakukan gap analysis

    Melakukan analisis kesenangan akan menentukan dimana sekarang kita berada dan tujuan kita bekerja.

    Hal ini dapat dilakukan dengan cara

              Mencari pekerjaan sesuai dengan minat keahlian  dan pengalaman.

              Mengikuti ketrampilan atau pun minat dan bakat yang diperlukan dalam bekerja.

              Jika perlu mengikuti sertifikasi keahlian tertentu untuk memenuhi kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan yang akan dilamar.

     

    Nah, itu tadi penjelasan bagaimana Anda dapat merencanakan karir di perusahaan Anda. Untuk pelatihan, training ataupun konsultasi terkait ISO, BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. 

     


  • Contoh Bisnis Tanpa Legalitas & Ruginya Bisnis tanpa legalitas, Kenali lalu Hindari

     


    Contoh Bisnis Tanpa Legalitas


    Konsultan ISO JakartaLegalitas adalah dalam sebuah perusahaan adalah hal yang sangat krusial dalam mendirikan dan menjalankan sebauah aktifitas perusahaan. Hal ini dikarenakan legalitas elemen yang sangat penting dalam dunia bisnis. Dengan legalitas akan mendukung pengembangan bisnis dimasa akan datang seperti akan melakukan ekspansi. Tidak banyak pengusaha yang tidak memperdiulikan legalitas usahanya. Hal ini dikarenakan pengurusan legalitas yang sulit dan tidak ingin berurusan dengan hukum.

     

    Bisnis yang berjalan tanpa legalitas tentunya tidak akan berjalan mulus seprti yang diharapkan. Bisnis tanpa legalitas akan sering mengalami kekisruhan yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal dari perusahaaan tersebut. Oleh karena itu legalitas adalah faktor kunci pertumbuhan bisnis.

     

    Legalitas

     

    Legalitas adalah  kunci sebuah perusahaan dalam menjalankan suatu bisnis. Legalitas dapat diartikan disahkannya suatu jenis usaha yang berbentuk badan usaha, sehingga mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan negara.

     

    Legalitas perusahaan ialah: "Setiap bentuk usaha yang memenuhi persyaratan undang-undang dinyatakan sebagai bentuk usaha yang sah.

     

    Selain itu, Legalitas perusahaan juga merupakan dimana perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun dinyatakan sah menurut hukum.

     

    Jadi, yang dimaksud dengan Legalitas perusahaan adalah, menentukan posisi hukum perusahaan di mata hukum. Perusahaan yang berdiri telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai syarat operasional perusahaan

     

    Penyebab Pengusaha Enggan Membuat Legalitas Bisnis.

     

    Ketika mendengar kata legalitas, mungkin terbayang oleh kita  birokrasi yang rumit dan dengan berbagai proses hukum yang memusingkan.Tentunya, membuat legalitas usaha menjadi hal yang menakutkan atau bahkan kurang penting bagi sebagian pengusaha.

     

    Sebenarnya hal tersebut lumrah terjadi sedemikian rupa. Kalau  saja seorang pengusaha memahami keuntungan yang lebih besar dari pada kesusahannya, seorang pengusaha pasti akan melegalitaskan bisnisnya. Ada permasalahan pokok yang membuat pengusaha pemula biasanya tidak  membuat legalitas bisnis:

     

    1. Belum Memiliki Visi Dan Misi Bisnis.

    Pengusaha yang bertipikal mencari untung semata atau berorientas kepada profit semata dan tidak memikirkan visi dan misi perusahaan, bisnisnya tidak akan berkembang.  Pengusaha seperti iini biasnya berorientasi pada penjualan dan mempertahankan konsumen yang sudah ada. Jika seorang pengusaha berikir akan mengembangkan ekspansi tentu akan berpikir lain. Seorang pengusaha akan memikirkan legalitas perusahaannya.

     

    BACA JUGAFungsi dan Tujuan Manajemen Produksi

     

    2. Tarif Pajak

    Siapa yang gak pusing kalau berhadapan dengan pengenaan tarip pajak. Banyak Pengusaha pemula  enggan membayar pajak, hal ini dikarena belum memahami betapa pentingnya membayar pajak bagi pengusaha. Pelaporan pajak yang sesuai  dan akuntabel , tentunya  akan meningkatkan  integritas, kredibilitas dan profesionalitas bisnis  di mata konsumen dan pemerintah

     

    3. Biaya yang Besar

    Faktor yang ketiga adalah biaya pengurusan legalitas yang cukup mahal, kadang membuat para pengusaha pemula  enggan membuat legalitas usaha/bisnisnya Sebenarnya, masalah ini dapat mudah diatasi ketika seorang pengusaaha  berpikir besar tentang bisnis yang dijalankannya. Legalitas yang sudah sah dimata hukum dan masyarakat, didukung produk dan pelayanan yang memuaskan, otomatis akan mengangkat angka penjualan bisnis.

     

    4. Kepengurusan yang menyita waktu

    Waktu adalah uang, bagi seorang pengusaha. Waktu adalah bagian terpenting bagi setiap pengusaha. Mengurus legalitas membutuhkan waktu yang tidak sedikit, mempersiapkan dokumen-dokumen, sampai terpaksa bolak-balik ke kantor notaris untuk membuat legaltias..

     

    Kerugian Ketika Bisnis Berjalan Tanpa Legalitas

     

    Legalitas sebuah usaha sangat dibutuhkan bagi seorang pengusaha. Kerugian akibat tidak adanya legalitas akan berdampak pada :

     

    1. Kurangnya Rasa Profesionalisme.

    Profesionalitas seorang pebisnis adalah legalitas jenis uaha dan produk yang dihasilkan. Sebuah bisnis akan diakui oleh mitra bisnis jika sudah disahkan dan mempunyai aturan tersendiri. Sebuah usaha akan mengalami kesulitan jika jenis usahanya tidak mendapatkan legalitas dari pemerintah ataupun masyarakat.

     

    2. Sulit Memperluas Jaringan Bisnis.

    Tingkat popularitas merk bisnis tentunya dampak  legalitas. Karena legalitas perusahaan atau merk produk yang dihasilkan berpengaruh besar terhadap bisnis yang dijalankan. Pengusaha  sebagai pemilik pun tidak dapat bergerak bebas dalam melakukan promosi bisnisnya jika legalitasnya diragukan dimata mitra bisnis maupun investor yang akan berinvestasi.

     

    3. Merek Usaha dipakai Pihak Lain..

    Sebuah bisnis  atau usaha yang tidak mempunyai legalitas akan sering mengalami kendala misalnya merek dagang  atau produk yang dihasilkn harus disahkan oleh instansi terkait.misalnya logo perusahaan. Bisa juga merek dagangyang menarik perhatian pihak lain. Bisa aja pihak yang tidak bertanggungjawab mempergunakan merk dagang yang sudah dirancang sedemikian rupa. Jika sebuah perusahan sudah mempatenkan jenis usaha, logo perusahaan dan merk dagang, tentunya tidak sembarang orang memakainya. Oleh karena itu pentingnya legalitas bisnis.


    BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll.


  • Fungsi dan Kiat Sukses Manajemen Dalam Perusahaan

     


    Contoh Kasus Penerapan Fungsi Manajemen Dalam Suatu Perusahaan


    Pelatihan ISO JakartaFungsi manajeman sangat berbeda an terpisah dengan fungsi operasional perusahaan. Hal ini tergantung pada tingkatan pada organisasi tersebut. Ada beberapa hal yang harus diketahui  tentang fungsi manajemen diiantaranya adalah:

     

    1.            Pengorganisasian

    Fungsi pertama manajemen adalah untuk pengorganisasian. Pengorganisasian dalam hal  menyatukan dan menyediakan sumber daya baik manusia, keuangan, maupun  fisik yang mengembangkan hubungan yang lebih  produktif untuk mencapai tujuan bersama/ perusahaan/ organisasi. 


    Tujuan dari pengorganisasian adalah untuk memastikan perusahaan/ organisasi tetap berfungsi secara efektif dalam kegiatan sehari-hari. Fungsi manajemen itu sendiri adalah sebagai pengorganisasian terkait erat dengan jenjang  manajemen. 


    Seseorang akan memiliki tanggung jawab terhadap pengorganisasian sumber daya yang berbeda berdasarkan level manajemen tertentu. Pada level manajerial, tahap pengidentifikasi dan  klasifikasi permasalah yag akan terjadi adalah fungsi pengorganisasian mengidentifikasi berbagai peran, proses dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan lalu kemudian membagi peran dan tugas tersebut. 


    Menetapkan tugas dan sumber daya. Perusahaan/ organisasi  akan menetapkan tugas pada orang yang dirasa paling berkualitas dan mempunyai kemampuan  dalam menyediakan sumber daya untuk menunjang akfitias pekerjaan tersebut. 


    Mendelegasikan wewenang dan membuat tanggung jawab. Pendelegasian tanggung jawab serta wewenang pada posisi-posisi tertentu untuk memastikan rencana kerja dapat berjalan secara efektif dan efisien. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab sesuai fungsi dan  peran dalam perusahaan.

     

    2.            Pengarahan

    Fungsi yang kedua  manajemen adalah untuk mengarahkan organisasi bekerja secara efisien dan efektif  dalam mencapai tujuan perusahaan. Pada intinya fungsi ini adalah untuk meningkatkan  produktivitas karyawan dalam perusahaan. Mendapatkan ide dan feedback dari pekerja adalah hasil dari mengarahkan pekerja/ karyawan disuatu perusahaan/ orgnisasi. Adapun beberapa elemen dalam fungsi manajemen pengarahan, seperti motivasi kepemimpinan dan komunikasi.


    BACA JUGA: 5 Langkah Merencanakan Pengembangan Karir


    3.            Kontrol

    Fungsi yang kedua  adalah untuk mengendalikan. Fungsi ini pada dasarnya memastikan semuanya  berjalan dengan benar sehingga perusahaan/organisasi  benar-benar mencapai tujuan yang hendak dicapai. Fungsi kontrol mengharuskan pemeriksaan tujuan secara terukur dan terencana  Itu sebabnya bila seseorang menduduki level manajerial, menetapkan standar mutu dalam menilai  fungsi manajerial ini sangat penting. Hal ini dilakukan untuk memantau dan mengukur bagian bagian mana yang berhasil atau tidak dalam pencapaian target yang telah ditentukan.

     

    4.            Perencanaan

    Perencanaan adalah salah satu fungsi yang paling utama dalam suatu pengorganisasian sebuah organisasi  atau perusahaan, dari fungsi manajemen adalah perencanaan untuk menentukan arah organisasi dalam mencapai tujuan tertentu di masa akan datang. 


    Dalam perencanaan diperlukan pengetahuan terkait arah dan tujuan  dari perusahaan. Perencanaan juga melibatkan pemikiran sistematis tentang cara-cara apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. 


    Salah satu caranya adalah mengidentifikasi tugas dan wewenang yang diperlukan serta memastikan pemanfaatan sumber daya yang tepat untuk menghindari  ketidakpastian, dan kebingungan atau risiko lainnya. Dengan manajemen, yang terencana, perusahaan dapat merancang tugas di masa depan dan menyesuaikannya dengan pencapaian sebelumnya. 


    Jika seseorang  terlibat dalam posisi manajemen perusahaan, pastiakan  dituntut untuk membuat perencanaan ini.


    Menciptakan  struktur  kerja  yang fleksibel dan terarah serta  matang akan memperlancar  perusahaan dalam mencapai tujuannya.

     

    5.            Staffing

    Fungsi yang kelima adalah fungsi manajemen sebagai staffing. Staffing dipahami sebagai tujuan untuk mempertahankan dan menjaga struktur organisasi dan Tujuan utama dari fungsi manajemen ini adalah untuk menempatkan orang yang tepat dan mempunyai kapabilitas di pekerjaan yang telah ditentukan. 


    Penempatan staff/ karyawan tersebut umumnya akan melibatkan beberapa hal seperti seleksi karyawan, penempatan, pelatihan, bonus bagi karyawan yang mencapai target tertentu, rekrutmen, penilain kerja, promosi bagi karyawan yang berprestasi, mutasi/ transfer serta manpower.


    Nah, itu tadi penjelasan bagaimana fungsi dan kiat sukses manajemen dalam perusahaan. Untuk pelatihan, training ataupun konsultasi terkait ISO, BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. 

     

  • Fungsi dan Tujuan Manajemen Produksi

     


    Tujuan Manajemen Produksi Dan Operasional


    Training ISO Jakarta - Manajemen produksi sangat diperlukan bagi perusahaan yang mengelolah produksi dalam jumlah besar. Dengan manajemen produksi perusahaan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi yang dilakukan. Dengan tetap memepertahankan keuntungan yang di targetkan. Tidak semua usaha memerlukan manajemen produksi, karena usaha yang yang berjalan masih melakukan operasional produksi masih berskala kecil tidak memerlukannya.

     

    Pengertian Dari Manajemen Produksi

     

    Manajemen adalah perencanaa,pengelompokaan,dan pengarahan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan.dalam hal proses pengambilkan keputusan.

    Produksi adalah kegiatan dan proses  menambah value  pada suatu barang atau jasa, dalam upaya memenuhi berbagai kebutuhan manusia atau konsumen.

     

    Berdasarkaan tehniknya proses produksi terbagi menjadi tiga kategori  diantaranya:

     

    1. Pengambilan bahan mentah, kemudian diolah menjadi bahan atau produk yang diinginkan.

     

    2. Memproduksi  produk yang diinginkan, dengan cara memodifikasi bahan, baik secara kimiawi atau parameter mekanisnya. Tanpa mengubah atribut fisiknya. Contoh: memanaskan bahan baku pada suhu yang tinggi untuk mencapai kondisi tertentu.

     

    3. Melakukan produksi dengan proses perakitan. Contohnya, seperti merakit komputer atau mobil

     

    Dari ketiga hal tersebut diatas dapat disimpulkan   bahwa manajemen produksi adalah upaya melakukan atau pengelolaan, pada suatu proses produksi. Sehingga, jasa atau produksi yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan jumlah dan pencapain kualitas sesuai dengan waktu yang ditentukan.dalam memproduksi produk dengan biya yang efesien dan murah.

     

    Ruang Lingkup  Manajemen Produksi

     

    Dalam proses produksi dan kegiatan operasiona  perusahaan ada beberapa tingakatan dalam pengambilan keputusan diantaranya adalah:

     

    1. Berdasarkan Proses Perbaikan.

     

    Keputusan yang pertama adalah jenis keputusan berkelanjutan. Hal ini berhubungan dengan perbaikan mutu produk yang dihasilkan  serta ke efektifan dan efisensi sistem yang berlaku. Potensi dan kapasitas karyawan dalam proses produksi. Dan pemmeliharaan dan perawatan alat alat produksi.yang dipakai.

     

    BACA JUGAFungsi dan Kiat Sukses Manajemen Dalam Perusahaan


    2. Berdasarkan Proses Transofrmasi dalam Proses Produksi

     

    Keputusan ini termasuk  mencakup anggaran produksi , shift kerja karyawan,tehnis dan operasioanal perusahaan dan jadal produksi. Kebijakan ini termasuk dalam kebijaksanaan  jangka pendek.

     

    3. Berdasarkan Desain atau Rancangan.

     

    Tata letak atau lokasi , desain produk dan pengadaanya termasuk dalam keputusan desain ini. Sesuatu yang berhubungan dengan lokasi dan sistem desain organisasi perusahaan  sampai dengan job description karyawan. Kebijakan ini biasanya berjangka panjang.

     

    Tujuan Dari Manajemen Produksi.

     

    Mengatur sumber daya yang dimilikii oleh perusahaan, untuk mengelolah biaya  produksi, waktu, proses kerja adalah tujuan dari manajemen produksi. Dengan pruduksi manajemen yang terukur dan solid akan terlaksana tujuan bisnis yang menjadi tujuan akhir perusahaan. Mengurangi resiko pengeluaran yang besar dan mendorong produtifitas dalam menghasilkan barang –barang berkualita demi memuaskan konsumen.

     

    Fungsi Dari Manajemen Produksi.

     

    Ada pun fungsi manajemen di bidang produksi adalah :

     

    1. Perencanaan

    Perencanaan yang baik dan terukur akan dapat meminimalisir biaya produksi dalam menghasilkan produk atau jasa. Target produksi atau waktu yang ditentukan dalam proses produksi juga dapat di pantau. Sehingga perusahaan dapat menetukan harga dan mraih untung yang sangat besar.

     

    2. Proses Pengolahan

    Proses ini sangat penting dan harus diperhatikan oleh perusaan secara sistematis agar pemanfaatan sumber daya yang ada dapat di gunakan secara maksimal efektif dan efesien.

     

    3. Jasa Pendukung

    Fungsi dari jasa pendukung  adalah membantu  perusahaan  dalam menentukan metode produksi untuk memproses produknya agar bisa dilakukan secara efektif dan efesien. Perusahaan akan bersaing secara sehat dan ketat dalam meningkatkan produksi yang berdaya saing  dan berkualitas.

     

    4. Pengendalian/ Pengawasan

    Untuk menjamin sebuah kegiatan agar terencana dan sesuai dengan yang direncanakan adalah fungsi dari pengendalian ini.

     

    Seorang pengusaha sudah dapat memastikan dan memperkirakan, apakah usaha yang dikerjakan sekarang membutuhan manajemen produksi atau tidak membutuhkan. Karena dengan diterapkan manajemen ini akan membantu proses dan alur produksi diperusahaan akan lebih efektif , efesien dan proses produksi akan berjalan maksimal lebih terarah dan teratur. Lebih efisien dan efektif. Manajemen produk baru bisa berjalan maksimal.


    BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll.

     

  • FOBO adalah ciri Ketika Sulit Mengambil Keputusan dan Komitmen

     


    Training ISO JakartaFOMO atau Fear of Missing Kawan pasti sudah tak asing dengan istilah FOMO ternyata selain FOMO, juga terdapat istilah mirip dan dicetuskan oleh orang yang  Fear of Better Options atau FOBO. Ada beberapa orang yang mungkin kesulitan dalam berkomitmen atau mengambil keputusan dalam satu permasalahan.

     

    Mungkin terlalu banyak pilihan yang membuat seseorang menjadi khawatir tidak dapat memilih  opsi terbaik diantara banyak piihan. Bila merasa hal yang demikian berarti anada sedang mengalami FOBO( Fear Better Option). Jika ketakuatan ini dibiarkan akan menggangu produktifitas  dan capabilitas FOBO dapat diartikan  sebagai fenomena sosial di mana hadirnya , kekhawatiran dan keraguan pada saat mengambil sebuah keputusan. Baik peutusan yang sangat penting maupun dalam hal yang sederhana.

     

    Berikut ini beberapa tanda-tanda Kawan mengalami FOB

    1.       Merasa kalah bersaing

    Merasa  kalah bersaing ketika ada seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir dan mengelolah manajemen menjadi lebih baik. Merasa tidak mempunyai kemampuan, menganggap tidak bisa bersaing dengan teman satu kantor, padaal pada dirinya ada kemampuan tersebut.

    2.       Takut menyesal

    Seseorang merasa khawatir dengan akhir dari pilihan tersebut dan membuatnya  akan merasa bersalah. Padahal, konsekuensi yang dipikirkan tersebut belum tentu akan terjadi. Inilah yang akan membuat seseorang kesusahan dan mengganggu produktivitas dalam bekerja. Bila ada rasa ketakutan,kecemasan  yang berlebihan dan penyesalan yang kemungkinan hadir pada saat mengambil keputusan. Ketika seseorang mendapatkan berbagai pilihan, dan tidak mampu memutuskannya. Memikirkan dan pemetaan masalah adalah hal yang penting dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini seeorang harus berani mrngambil sikap dan memutuskan sesuatu.

    3.       Relasi yang buruk

    Relasi atau kawan,juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Cenderung menampilkan ekspresi yang buruk atau tindakan yang negatif ketika menjalin pertemanan. Bahkan, ada bebrapa orang merasa cemas bila berhubungan dengan ornag lain atau berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar. Pemilihan kerabat atau relasi yang saling mendukung , menberikan motivasi dan aarahan yang lebih baik menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan dalam membangun realasi. Relasi yang baik akan menjaga kelangsungan bisnis.


    BACA JUGA: Crab Mentality, Perilaku yang Dapat Menghambat Kesuksesan   


    Ada bebrapa hal yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan diantaranya adalah

    1.      Keputusan yang diambil dan benar- benar ingin melakukannya

    2.      Kawan memiliki sumber daya untuk melakukan hal tersebut.

    3.      Kawan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan ini

    4.      Kawan memiliki kemampuan untuk ini.

    5.      Keputusan yang diambil karena Kawan benar-benar ingin melakukannya.

    6.      Kawan merasa mampu melakukan keputusan tersebut.

    7.      Kawan tidak mengambil keputusan karena mengikuti orang lain.

     

    Cara Mengatasi FOBO:

     

    Menghindari Penggunaan  media sosial yang berlebih

     

    Perkembangan tehnologi dari internet menjadikan wadah pembanding dalam pengambilan keputusan. Banyaknya media sosial yang memberikan informasi yang berbeda membuat seseorang akan ragu akan pilihannya. Pastikan menggunakan internet dan menggali informasi secara bijak, jadikan informasi yang ada jadikan bahan pembanding. Berhenti mngikuti akun –akun membuat seseorang dalam kecemasan., bisa juga membatasi waktu dalam menggunakan media sosial.

     

    Gunakan kerangka berpikir terstruktur

    Ketika seseorang  tidak  mampu memutuskan untuk melakukan hal yang menjadi pilihan. Mencoba  untuk menganalisis pilihan tersebut. Pertama, menentukan terlebih dahulu   masalah yang ada, dan apa yang menjadi prioritas masa sekarang ini . Setelah itu barulah mengidentifikasi pilihan yang ada, dan analisislah kelebihan-kekurangan dari pilihan tersebut. Setelah itu, barulah putuskan dan rencanakan tindakan. keputusan akan lebih baik, karena awalnya telah mengidentifikasi pilihan yang ada.


    Nah, itu tadi penjelasan bagaimana FOBO sebagai ciri ketika sulit mengambil keputusan dan komitmen. Untuk pelatihan, training ataupun konsultasi terkait ISO, BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. 

  • Crab Mentality, Perilaku yang Dapat Menghambat Kesuksesan


    Pelatihan ISO Jakarta - Pernahkah kita berteman dengan orang yag selalau memberikan komentar negatif terhadap kesuksesan orang sekitar? Atau bia jadi kawan atau sahabat yang menjadi korban komentar negatif ?atau justru kita yang kerap bersikap seperti itu? Sifat dan prilaku ini lah yang disebut dengan Crab mentality, sikap Crab mentality inilah yang sering dinalogikan dengan sifat kepiting asli. Pernah kan kamu melihat kepiting yang akan keluar dari ember, kepiting lainnya akan menghalau . mencapit dan menarik kepiting lainnya agar kembali masuk ke dalam ember.


    Perilaku inilah yang dikatakan solidaritaas, karena tidak ingin kawan atau sahabatnya menjadi santapan. Akan tetapi pada manuasia sifat ini disebut dengan sikap egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain. Perilaku ini juga dimaknai sebagai sifat seseorang untuk manarik temannya agar tidak sukses. Secara sederhana, crab mentality atau mentalitas kepiting dapat didefinisikan sebagai perilaku seseorang yang ingin menjatuhkan dan menghalangi orang lain dalam meraih kesuksesan. Crab mentality adalah sikap ingin menjatuhkan, meremehkan hingga memanipulasi orang lain. 


    Dalam kehidupan sehari hari perilaku crab mentality dapat dilihat di antaranya:

    • Selalu berpikiran bahwa keberhasilan orang lain selalu berkaitan dengan faktor keberuntungan dan hak istimewa (privilege), bukan dari hasil usaha orang tersebut
    • Memiliki pemikiran “jika saya tidak dapat mendapatkannya, begitu pula dengan Anda
    • Kerap menanggapi keberhasilan orang lain dengan komentar yang bersifat meremehkan dan menjatuhkan
    • Kerap merasa iri dan kesal ketika orang lain berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya


    Keadaan ini tentunya akan membuat kita  sulit untuk merasa tulus dan menghargai pencapaian teman atau orang lain. Perilaku mempunyai perasaan iri dan mencoba membuat orang merasa berada ditingkat paling rendah atau setara dengan dirinya inilah yang disebut  crab mentality.


    BACA JUGA: Tujuan dan fungsi Sumber Daya Manusia


    Faktor munculnya crab mentality:

    1.      Rasa percaya diri yang rendah

    Memiliki kepercayaan yang rendah dikarenaka melihat orang lain sukses.  Dan tidak mau ikut dalam kesuksesan oraang lain, atau tidak ada rasa ingin maju pada diri sendiri. Menghasut dan mengintimidasi  orang lain agar tidak bertindak menuju kesuksesan. Jika seseorang atau kawan menjadi korban, perlu hati-hati jangan sampai memiliki kepercayaan diri yang rendah sehingga terhasut dengan carb mentality. Pastikan meningkatkan  kemampuan dan pengetahuan agar terhindar dari orang-orang yang mempunyai mentalitas kepiting

     

    2.      Rasa iri yang tinggi dan tidak mempunyai jiwa kompetitip

    Memiliki  jiwa kompetitif  dan ambisius memang baik, Namun jangan sampai berlebihan. Perasaan terancam akan adanya seseorang yang akan menuju kesusksesan. Kemudian, mereka akan mengejek segala kemajuan yang ada. Orang tersebut hanya menginginkan dirinya saja yang mengalami kemajuan, tidak dengan orang lain. Mencegah orang lain untuk merubah diri untuk menjadi lebih baik adalah sikap negatif yang seringkali muncul pada sifat Crab Mentality.


    3.      Ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok

    Mencapai  tujuan yang sama dan saling memberikan dukungan satu dengan yan lainnya adalah sifat mausia yang tergbung dalam satu kelompok , tak jarang menimbulkan persaingan dalam segala hal. Beberapa orang kerap merasa tak boleh ada anggota yang mengalami perubahan, baik dari segi kesuksesan  dan ekonomi. Tindakan ini cenderung memunculkan rasa iri   ke orang yang sedang berusaha mencapai kesuksesan, sehingga akan membuat orang tersebut tidak akan  melanjutkan usaha mereka. Inilah yang akan membuatnya jauh dari kesuksesan. Kalimat kritikan dan ejekan  dari orang tersebut hanya ingin membuat seeorang  terus berada di tingkat yang sama seperti dirinya. Tak hanya itu, ketika ada perubahan yang baik dalam diri orang lain, ia merasa iri hati. Sehingga, memunculkan tindakan yang negatif untuk mencegah terjadinya perubahan tersebut.


    Nah, itu tadi penjelasan bagaimana Crab Mentality sebagai perilaku yang dapat menghambat kesuksesan Perusahaan Anda. Untuk pelatihan, training ataupun konsultasi terkait ISO, BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll. 

     


     

  • WHAT WE DO

    Berikut Layanan-layanan Kami Untuk Membantu Mengembangkan Perusahaan Anda.

    nomor telp pt bintang solusi utama