Perbedaan ISO 9001 : 2018 dengan ISO 9001 : 2015

Perbedaan ISO 9001 : 2018 dengan ISO 9001 : 2015


Ada 10 perbedaan yang tersedia pada ISO 9001 Tahun 2008 dengan ISO 9001 Tahun 2015, yakni :

1. Klausul ISO 9001:2015 lebih terstruktur dan rapi
Mulai berasal dari bab dan sub-bab, serta kronologis klausul amat terstruktur dan dikelompokkan bersama baik. Klausul yang dibuat rapi ini memiliki tujuan memudahkan perusahaan untuk memasukkan komponen standar ISO lain yang dianggap relevan, seperti ISO 14001:2015, ISO 55001, dan ISO 45001. Tak cuma itu, kuantitas klausul terhadap ISO 9001:2015 pun bertambah. ISO 9001:2008 miliki 8 klausul sedangkan ISO 9001:2015 miliki 10 klausul.

2. Manajemen risiko jadi fondasi standar ISO 9001:2015 

  • Pada ISO 9001:2015 ini, makna "preventive action" berubah jadi "risk management". Seperti kita ketahui, target berasal dari proses manajemen adalah mencapai kesesuaian dan kepuasan pelanggan. Dalam mewujudkannya, ISO 9001:2015 fokus terhadap performa perusahaan bersama pendekatan asumsi berbasis risiko (risk based thinking) dan rencana PDCA atau Plan-Do-Check-Action.
  • Pada ISO 9001:2015, risiko dianggap sebagai suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan berasal dari sistem. Oleh sebab itulah, bersama pendekatan asumsi berbasis risiko, diharapkan perusahaan lebih pro-aktif didalam menahan dan mengurangi efek yang tidak diharapkan dan senantiasa memperbaiki proses secara berkesinambungan (continual improvement). Ketika manajemen risiko diterapkan bersama serius, secara otomatis tindakan pencegahan pun bakal dilakukan.

3. Leadership (Kepemimpinan) − Tidak Mewajibkan Keberadaan Management Representative 
Standar ini tidak mewajibkan keberadaan management representative yang harus ditunjuk secara resmi. Setiap orang, terlebih penanggung jawab berasal dari setiap divisi/ departemen perusahaan miliki tugas dan tanggung jawab yang mirip didalam menerapkan proses manajemen mutu ISO 9001:2015

4. Scope - Tidak tersedia pengecualian klausul 
Perubahan yang amat menonjol berasal dari klausul 1 (scope) ini adalah hilangnya klausul 1.2 berkenaan aplikasi di ISO 9001:2015. Artinya, semua kriteria standar atau semua klausul di ISO 9001:2015 ini berwujud umum dan bisa diterapkan oleh organisasi/ perusahaan apapun, serta tidak lihat tipe dan ukuran organisasi/perusahaan atau bidang organisasi/ perusahaan tersebut.

5. Manual Mutu Tidak Wajib
Keberadaan manual mutu di ISO 9001:2015 ini tidak wajib, sebab banyak pihak yang jadi manual mutu semata-mata dokumen normalitas dan tidak beri tambahan fungsi tambahan untuk perusahaan.
Apabila perusahaan Anda sudah menyebabkan manual mutu bukan bermakna dokumen berikut harus dihapus, Anda tetap boleh menggunakannya kalau dibutuhkan.

6. Konteks Organisasi
Klausul 4 ISO 9001:2015 mengupas berkenaan konteks organisasi. Standar terbaru ini memperkenalkan kriteria yang mengenai bersama konteks organisasi, yaitu:

4.1 Understanding the organization and its context  
4.2 Understanding the needs and expectation of interested parties


Kedua poin berikut menghendaki perusahaan untuk tahu konteks berasal dari organisasinya serta mengetahui risiko yang bisa berdampak terhadap rencana proses manajemen mutu dan mengetahui kesempatan yang bisa digunakan untuk memperbaiki atau mengembangkan proses manajemen mutu.

Klausul konteks organisasi termasuk menjelaskan, meski ISO 9001:2015 menunjukkan bahwa semua klausul terhadap standar ini bisa diterapkan untuk semua tipe organisasi tanpa pengecualian. klausul

4.3 ISO 9001:2015 senantiasa mengizinkan adanya pengecualin pengecualian sepanjang tersedia justifikasi yang diterima.

Training ISO 9001 | Konsultan ISO 9001

7. Tidak tersedia makna 6 prosedur harus dan form wajib.
Dalam hal ini, ISO 9001:2015 berikan kebebasan kepada perusahaan didalam menentukan Info terdokumentasi yang dibutuhkan, apakah bakal memanfaatkan SOP/prosedur atau form saja. Tidak lagi dipersyaratkan harus didalam bentuk prosedur, seperti 6 prosedur wajib. Istilah "document" dan "record" terhadap ISO 9001:2015 diganti jadi "documented information".

  • Pengendalian dokumen dan data
  • Pengendalian catatan mutu
  • Internal audit
  • Pengendalian Produk tidak sesuai
  • Tindakan perbaikan
  • Tindakan pencegahan

8. Istilah produk dan jasa dibedakan
Dalam standar terbaru, tidak tersedia lagi makna "product". ISO 9001:2015 menggantinya bersama makna  "barang (goods)" dan "jasa (services)" untuk jauhi kerancuan. Sebab, kebanyakan pengguna ISO 9001 sering kali salah mendeskripsikan "produk" sebagai barang yang berwujud fisik saja, padahal produk termasuk termasuk jasa.

9. Penggantian lebih dari satu istilah
Terdapat lebih dari satu makna yang diganti terhadap ISO 9001:2015, di antaranya:
“Work Environment” diganti bersama “Environment for the Operation of the Process”
“Supplier” diganti bersama “External Provider”
“Purchased Product” diganti bersama “Externally Provided Products and Services”
Perubahan makna berikut berlaku tidak cuma untuk barang, namun termasuk jasa. Bila perusahaan Anda sudah menerapkan makna lama terhadap ISO 9001:2008, makna berikut tetap bisa digunakan cocok kebutuhan.

10. Operation- Persyaratan Terkait Pengadaan Barang Dibahas Lebih Jelas
Semua hal yang mengenai bersama operasional organisasi/ perusahaan dibahas terhadap klausul 8 ISO 9001:2015. Seluruh segi operasional jadi berasal dari rencana barang atau jasa, memproses atau penyediaan jasa, pertalian bersama pelanggan dan pihak ketiga penyimpanan dan perlindungan produk atau jasa sampai penanganan persoalan sepanjang proses operasional dibahas lebih tahu dibanding ISO 9001:2008

No comments :

Post a Comment