• Mengenal Total Productive Maintenance dan Manfaatnya (TPM) Pada IATF 16949

     


    Konsultan ISO JakartaBagi perusahaan otomotif yang selama ini sudah menerapkan sistem manajemen mutu untuk industri automotive IATF 16949, harus juga mulai mengenal dan menerapkan Total Productive Maintenance (TPM). Saat ini IATF 16949 mensyaratkan perusahaan untuk mengembangkan, menerapkan dan memelihara sistem Total Productive Maintenance. Dengan penerapan TPM ini diharapkan proses pemeliharaan (maintenance) infrastruktur akan lebih fokus dan memiliki keobjektifan yang jelas. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk memenuhi persyaratan TPM antara lain yaitu:

    1. Mengidentifikasi peralatan kerja (equipment) yang penting untuk memproduksi produk pada volume yang diinginkan
    2. Memastikan ketersediaan part pengganti
    3. Penanganan mesin, peralatan dan perrawatan fasilitas
    4. Pengemasan & pemeliharaan equipment, toling, gauging
    5. Menerapkan customer specific requirement
    6. Objective maintenance seperti Overall Equipment effectiveness (OEE), Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), Preventive dan Preventive Maintenance
    7. Melakukan review terhadap maintenance planning, objective dan action plan.
    8. Menggunakan metode preventive & predictive maintenance
    9. Overhaul berkala


    BACA JUGA : Keamanan Pangan Berbasis ISO Penerapan Sistem Manajemen 22000 bagi Industri Pangan


    TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI IATF 16949 merupakan penerapan terintegrasi antara proses Preventive Maintenance (PM) dan Total Quality Management (TQM) yang mengedepankan proses perawatan berbasis preventive dan mempertimbangkan aspek-aspek kualitas, sehingga proses perawatan tersebut dapat lebih produktif.


    TPM mempunyai 8 pilar yang dilandasi dengan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), pilar-pilar tersebut sebagai berikut:


    Autonomous Maintenance – Menerapkan sistem pemeliharaan peralatan dengan melibatkan pemakai (user).

    Improvement/Kaizen – Menigkatkan kinerja pemeliharaan infrastruktur melalui aktivitas-aktivitas yang memberi ide peningkatan.

    Quality Maintenance – Menerapkan sistem pemeliharaan dengan mempertimbangkan permasalahan kualitas yang pernah atau berpotensi terjadi.

    Planned Maintenance – Menerapkan sistem pemeliharaan terencana, baik preventive maintenance maupun predictive maintenance.

    Office Maintenance – Aktivitas pemeliharaan dokumentasi dilakukan lebih disiplin sebagai fungsi ketelusuran dan analisis.

    Early Equipment Management – Menetapkan sistem pemeliharaan mulai dari tahap perancangan peralatan atau perencanaan pembelian alat yang akan digunakan.

    Education & Training – Pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM yang terlibat dalam pemeliharaan.

    Safety, Health, Environment – Menjalankan aktivitas pemeliharaan yang mempertimbangkan faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta kelestarian lingkungan kerja.

     

    Penerapan TPM memiliki 3 tujuan utama yaitu Zero Breakdown, Zero Defect, Zero Accident.


    Beberapa manfaat dari penerapan TPM antara lain:


    Produksi dapat berjalan dengan baik – Adanya perawat yang dilakukan pada mesin/peralatan menimbulkan proses produksi bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi menjadi lebih maksimal. Kemampuan berproduksi akan semakin baik karena mesin bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya masalah apapun.

    Kualitas produk terjaga – Bila peralatan yang digunakan untuk produksi berjalan dengan baik maka kualitas produk yang dihasilkan juga akan baik. Demikian juga sebaliknya, kualitas produk bukan hanya ditentukan oleh bahan baku yang digunakan namun juga bergantung pada proses produksinya. Proses produksi sangat bergantung pada mesin/peralatan yang digunakan pabrik.

    Meminimalkan biaya perawatan – Perawatan mesin harus dilakukan secara bertahap, hal ini sangat membantu mengurangi biaya perawatan ketika mesin rusak total. Sebelum mesin rusak, kegiatan maintenance harus dilakukan secara berkala, tujuannya untuk menghindari kerusakan yang parah sekaligus menghindari adanya penggantian sparepart secara keseluruhan.

    Jaminan keselamatan kerja – Mesin/peralatan yang rusak jika digunakan saat produksi bisa mencelakai karyawan. Sebelum hal itu terjadi sebaiknya dilakukan maintenance secara berkala agar mesin bisa beroperasi dengan baik dan tidak menggangu keselamatan pekerja.

    Memperpanjang usia peralatan – Tiap perusahaan menginginkan masa pemakaian mesin dan peralatan yang dimilikinya jauh dari perkiraan sebelumnya. Jika ingin demikian maka mesin dan peralatan harus dirawat dengan baik sejak awal, jangan menunggu saat mesin mengalami masalah atau bahkan mesin mengalami kerusakan total baru ada tindakan perbaikan.


    BSU Konsultan merupakan perusahaan konsultan dan sertifikasi yang fokus pada Peningkatan Kinerja Perusahaan, yakni Kinerja Bisnis, Mutu, Produktivitas, Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Lingkungan. Servis lainnya berupa konsultasi dan training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, IATF 16949, ISO 17025, ISO 13485, ISO 27001, ISO 50001, ISO 22000, GMP, AS 9100, AS 9120, dll.